This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 14 Maret 2026

Hadiri Pembukaan Posko Angkutan Lebaran 2026, Kakorlantas Pastikan Hiruk-pikuk Operasi Ketupat Berjalan Lancar

 


 


Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum menghadiri Pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jumat (13/3).


Pembukaan Posko angkutan lebaran terpadu 2026 ini merupakan wujud kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam memastikan penyelenggaraan transportasi Lebaran berjalan aman, tertib, dan lancar. 


Polri melalui Korlantas akan terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, operator transportasi, serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengawasan, pemantauan arus lalu lintas, serta penanganan cepat terhadap berbagai potensi gangguan di lapangan.


"Kami mewakili stakeholder dan seluruh undangan mengapresiasi Kemenhub atas Posko angkutan lebaran 2026 negara hadir untuk bisa mengelola hiruk pikuk mudik dan balik termasuk angkutan lebaran," kata Kakorlantas. 


"Kami juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan informasi resmi, serta selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik," sambungnya. 


Dengan sinergi yang kuat, pihaknya optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan aman dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.


Menurutnya, Operasi Ketupat bukan hanya fokus pada pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik, tetapi juga memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama momentum Ramadan hingga Idulfitri, bahkan bersamaan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.


"Operasi Ketupat ini bukan hanya soal lalu lintas atau perjalanan mudik dan balik, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual Ramadan, Idulfitri hingga Nyepi berjalan aman dari kriminalitas dan lancar dari sisi lalu lintas,” ujar Irjen Agus.


Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Jasa Marga, Jasa Raharja, hingga berbagai stakeholder lainnya.


Menurut Kakorlantas, setiap tahun jutaan masyarakat Indonesia bergerak dari berbagai kota menuju kampung halaman. Fenomena arus besar ini, kata dia, membuat pesan dalam lagu “Ayo Mudik Ojo Kesusu” menjadi sangat relevan untuk diingat oleh para pemudik.


Sebagai informasi, kegiatan pembukaan posko Angkutan Lebaran terpadu dipimpin oleh Menteri Perhubungan RI beserta seluruh instansi yang terlibat dalam pelayanan pengamanan Lebaran 2026.

Share:

Kapolri Safari Ramadan di Polda Jatim, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Program Strategis Pemerintah

  


SURABAYA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Mapolda Jawa Timur, Sabtu (14/3/2026). 


Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung berbagai program strategis pemerintah demi memperkuat ketahanan nasional.


Kegiatan Safari Ramadan itu dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Jatim, para Kapolres jajaran, unsur TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan buruh dan seniman.


Kapolri mengatakan, Safari Ramadan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat sekaligus menyampaikan pesan kebangsaan.


“Buka puasa bersama ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan untuk mempererat silaturahmi dengan ulama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga para pekerja,” ujar Jenderal Sigit.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyinggung situasi global yang saat ini tengah diwarnai berbagai ketegangan. 


Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama agar tidak berdampak pada stabilitas nasional.


Ia menegaskan pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi berbagai potensi dampak krisis global, termasuk menjaga stabilitas harga energi.


“Pemerintah sudah menyampaikan bahwa harga BBM bersubsidi tetap dijaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan panic buying,” jelas Kapolri.


Kapolri juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah, seperti penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, serta program hilirisasi yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.


Di sisi lain, Kapolri menyampaikan bahwa jajaran Polri saat ini telah mulai melaksanakan pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat.


Menurutnya, ribuan personel telah ditempatkan di berbagai pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di sepanjang jalur mudik untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.


“Polri telah menempatkan personel di jalur tol, jalur arteri hingga penyeberangan untuk memastikan mudik berjalan aman dan lancar,” ujarnya.


Kapolri juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu berhati-hati di jalan dan tidak memaksakan diri saat berkendara.


“Jika lelah, silakan beristirahat di rest area, pos pelayanan atau pos terpadu yang telah kami siapkan,” kata Kapolri.


Di pos pelayanan tersebut, Polri juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi pemudik, mulai dari tempat istirahat, takjil, persiapan sahur hingga layanan pemeriksaan kesehatan.


Kapolri berharap seluruh rangkaian pengamanan mudik dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan aman dan nyaman sesuai semangat Mudik Aman, Keluarga Bahagia. (*)

Share:

Jelang Idul Fitri Kapolres Probolinggo Cek Harga dan Ketersediaan Bahan Pangan

  


PROBOLINGGO,– Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Probolinggo Polda Jatim melakukan pemantauan langsung terhadap harga serta ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar Semampir, Sabtu (14/3/2026) 


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif sebagai langkah memastikan stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat tetap aman hingga perayaan Idul Fitri.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Probolinggo bersama Kasat Reskrim dan instansi terkait menyambangi pedagang serta berdialog dengan pembeli di pasar. 


Pemantauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, hingga cabai yang biasanya mengalami kenaikan menjelang hari raya.


"Menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan dari masyarakat, sehingga kami ingin memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan tidak ada praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar", ujar AKBP Latif.


Kapolres Probolinggo mengatakan dengan sinergi bersama lintas sektor pemantauan akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.


"Polres Probolinggo juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar pasokan bahan pokok tetap aman serta mudah dijangkau oleh masyarakat," ujar AKBP Latif.


Selain melakukan pengecekan harga, Kapolres Probolinggo juga mengimbau para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan barang atau menaikkan harga secara tidak wajar yang dapat merugikan masyarakat.


“Kami mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga situasi pasar tetap kondusif,”pungkas AKBP Latif.


Sementara itu, dari hasil pemantauan sementara diketahui bahwa sebagian besar bahan pokok masih tersedia dengan stok yang cukup. 


Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam kategori stabil dan terkendali.


Kegiatan pemantauan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten Probolinggo. (*)

Share:

Pelayanan Pengamanan Mudik Lebaran Polres Ponorogo Atensi Jalur Rawan Longsor

 


PONOROGO – Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim atensi jalur mudik rawan longsor.


Dengan sinergi lintas sektor, Polres Ponorogo Polda Jatim juga menyiapkan enam pos Operasi Ketupat Semeru 2026.


Hal itu guna mengantisipasi lonjakan arus mudik dan menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.


Enam pos tersebut terdiri dari empat pos pengamanan (Pospam) dan dua pos pelayanan (Posyan) yang disiagakan di sejumlah titik strategis jalur mudik di wilayah Kabupaten Ponorogo.


Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, empat pos pengamanan didirikan di kawasan Mlilir yang merupakan perbatasan Ponorogo–Madiun, kawasan wisata Telaga Ngebel, Dengok, serta Pasar Legi.


Sementara dua pos pelayanan berada di Paseban Alun-alun Ponorogo dan Terminal Seloaji.


“Di arah Pacitan juga ada pospam. Jadi apabila ada gangguan Kamtibmas termasuk terjadi longsor masyarakat bisa menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam bebas pulsa dan akan kami respon secepat mungkin, ” ujar AKBP Andin, Sabtu (14/3/26).


Selain pengamanan arus mudik, kepolisian juga telah memetakan sejumlah jalur rawan bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan pemudik. 


Di antaranya jalur Ponorogo–Pacitan dan Ponorogo-Trenggalek, yang dikenal memiliki kontur perbukitan dan rawan longsor saat musim hujan.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian telah berkoordinasi dengan lintas sektor guna menyiapkan personel serta sarana prasarana di titik-titik rawan.


“Apabila terjadi longsor, kami akan langsung bergerak melakukan evakuasi agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan panjang,” jelasnya.


Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Ponorogo Polda Jatim mengerahkan total 380 personel gabungan. 


Rinciannya, 280 personel kepolisian serta 100 personel dari lintas sektor dan instansi terkait lainnya. (*)

 

Share:

Polri Siapkan Strategi Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Kakorlantas: Negara Harus Hadir Jaga Momentum Ramadan dan Idul Fitri

 


 


JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia menegaskan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pelepasan tim peliputan mudik yang digelar di kantor CNN Indonesia Jakarta, Jumat (13/03).


Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan Operasi Ketupat tahun ini tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan negara hadir menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.


“Operasi Ketupat bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi bagaimana negara hadir memastikan rangkaian Ramadan, Idul Fitri, hingga aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar Agus.


Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Polri juga telah menyiapkan skenario pengamanan pada sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat pergerakan masyarakat selama masa mudik.


Menurut Agus, terdapat lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan selama Operasi Ketupat 2026. Klaster tersebut meliputi jalan tol, jalur arteri atau alternatif, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang diprediksi akan mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran.


“Mudik adalah perjalanan penuh rindu kepada keluarga dan kampung halaman. Tugas kami memastikan masyarakat berangkat selamat, sampai tujuan dengan bahagia, dan kembalinya juga selamat,” jelasnya.


Ia menambahkan, berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur-jalur utama.


Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 Brigjen Pol. Tjahyono menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat selama masa mudik. Informasi yang cepat dan tepat dinilai dapat membantu pemudik menentukan rute perjalanan dan mengantisipasi potensi kepadatan.


“Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar-benar membantu mereka selama perjalanan, baik saat mudik maupun ketika kembali,” ujar Tjahyono.


Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline Polri 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.


“Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan hotline 110 yang tersedia di seluruh Indonesia,” kata Tjahyono.


Polri berharap melalui kesiapan personel, pos pengamanan, serta koordinasi dengan berbagai pihak, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Share:

Jumat, 13 Maret 2026

Polda Jatim Dirikan 238 Pos Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk Layani Pemudik

  


SURABAYA – Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Polda Jawa Timur mendirikan 238 pos pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.


Sebanyak 238 pos tersebut terdiri dari 172 Pos Pengamanan (Pospam), 45 Pos Pelayanan (Posyan), dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur.


Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat melakukan pengecekan Pos Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (13/3/2026).


Kombes Pol Abast menjelaskan, Pos Pengamanan (Pospam) didirikan di lokasi yang memiliki potensi kerawanan gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.


Sementara Pos Pelayanan (Posyan) didirikan di lokasi dengan mobilitas masyarakat tinggi seperti area wisata, pelabuhan, terminal, bandara, rest area, dan pusat keramaian lainnya.


“Bersinergi dengan lintas sektor, petugas akan memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kepolisian hingga layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Kombes Abast.


Sedangkan Pos Terpadu didirikan di pusat kota atau titik keramaian yang dinilai strategis untuk memudahkan koordinasi dan pengendalian personel selama pelaksanaan operasi.


Kabid Humas Polda Jatim menegaskan bahwa keberadaan Pospam, Posyan, dan Pos Terpadu tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.


Ia juga menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan agenda nasional yang harus dipastikan berjalan aman, sebagaimana penekanan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.


“Tahun ini terdapat beberapa momentum keagamaan yang berlangsung bersamaan, yaitu bulan Ramadan, perayaan Idulfitri, serta Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka bagi umat Hindu,” jelas Kombes Abast.


“Oleh karena itu Polri bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang humanis serta penegakan hukum yang berkeadilan,” tambahnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan.


“Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi call center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis. Petugas kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat,” pungkasnya.

Share:

Rekor Tertinggi Stok Beras Nasional Sejak Merdeka, Bulog dan Polri Jamin Stabilitas Pangan Hingga Akhir 2026

  


JAKARTA – Sejarah baru tercipta di sektor ketahanan pangan Indonesia. Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Polri di Jakarta Utara, Jumat (13/3/2026), Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 3,9 juta ton—posisi tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Angka ini bahkan diprediksi akan terus meningkat dan melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.


Data tersebut menjadi dasar bagi Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Polri melalui jaringannya di seluruh Indonesia berkomitmen membantu Bulog mendistribusikan 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng per bulan guna memastikan harga tetap terjangkau dan ketersediaan barang merata di seluruh pelosok negeri.


“Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kita jamin ketersediaan pangan cukup, stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.


Dukungan Polri ini dinilai krusial untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai ke konsumen tingkat akhir tanpa distorsi pasar.


Dirut Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa target serapan beras tahun 2026 sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun diproyeksikan mencapai lebih dari 5 juta ton. Kondisi surplus ini merupakan bagian dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.


Selain beras, pemerintah juga menyiapkan pasokan minyak goreng sebesar 43.000 kiloliter per bulan serta stok gula yang mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri.


Sementara itu, Polri terus melanjutkan Program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari inisiatif strategis yang telah dimulai sejak tahun 2025. Program ini menjadi bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.


Melalui Satgas GPM Polri, berbagai langkah konkret dilakukan untuk memperkuat distribusi pangan. Pada tahun 2025, Satgas GPM Polri bahkan mencatatkan capaian luar biasa dengan melampaui target penyaluran beras SPHP. Dari target awal 131.883 ton, Satgas berhasil merealisasikan penyaluran hingga 195.636 ton, atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan.


Keberhasilan tersebut membuat Polri kembali dipercaya untuk menyalurkan beras SPHP pada tahun anggaran 2026. Pada tahun ini, Polri menargetkan penyaluran sebesar 82.800 ton beras SPHP, yang mewakili sekitar 10 persen dari total target penyaluran nasional yang dikelola Perum Bulog.


Untuk memastikan manfaat program dirasakan secara luas, Polri mengoptimalkan keterlibatan seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda hingga Polres di seluruh Indonesia. Pada hari ini, jajaran Polri juga menyelenggarakan bazar dan pasar murah secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda se-Indonesia.


Kegiatan nasional tersebut diikuti oleh 3.423 peserta yang terdiri dari Pejabat Utama Polda dan tamu undangan secara daring melalui platform Zoom. Sementara secara langsung, kegiatan ini dihadiri oleh 295.088 masyarakat yang menerima manfaat dari program ketahanan pangan tersebut.


Dalam pelaksanaannya, jajaran Polda di seluruh Indonesia menyalurkan total 1.337.375 kilogram beras atau setara dengan 1.337 ton kepada masyarakat pada hari pelaksanaan kegiatan.


Kerja sama masif antara Polri, TNI, dan Bulog ini menjadi langkah nyata negara dalam meredam potensi inflasi pangan sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar. Dengan pengawalan Polri di jalur distribusi dan cadangan pangan Bulog yang berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah, stabilitas pangan nasional berada dalam posisi yang kuat.


Melalui program ini, negara hadir secara konkret di tengah masyarakat untuk memastikan setiap warga dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, harga terjangkau, serta pasokan yang aman dan terkendali, sekaligus memperkuat fondasi menuju swasembada pangan nasional.

Share:

Definition List

Unordered List

Support