This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 04 Februari 2026

Melanie Subono Apresiasi Penghargaan Polri untuk Reno K9 yang Gugur di Agam: Ini Sebuah Kemajuan

 


 


PEKANBARU – Seniman sekaligus aktivis kemanusiaan Melanie Subono mengapresiasi langkah Polri yang memberikan penghargaan kepada Reno, anjing pelacak (K9) Polda Riau yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.


Menurut Melanie, penghargaan diberikan di Polda Riau Kota Pekanbaru tersebut menandai kemajuan cara pandang terhadap hewan sebagai bagian penting dari perjuangan kemanusiaan. (Rabu, 4/2/2026).


Polri menganugerahkan medali “Vira Satya Manava Raksaka Pasu” kepada Reno berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1984/XII/2025, sebagai bentuk penghormatan untuk satwa yang membantu pelaksanaan tugas kepolisian.


Melanie menilai penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan bahwa hewan juga berperan menjaga nilai kemanusiaan.


“Menurut saya itu kemajuan di dunia hewan. Apalagi hewan yang sering distigma buruk, najis, haram dan segala macam. Reno adalah pahlawan, begitu juga dengan bapak-bapak berseragam,” ujar Melanie.


Ia juga secara jujur mengungkap perubahan pandangannya terhadap institusi kepolisian.


“I used to hate police. Saya pernah punya rasa disrespect dan pesimis. Bahkan pernah bilang lebih mempercayakan nyawa saya pada anjing saya daripada orang berseragam,” ungkapnya.


Namun, sikap itu berubah setelah melihat kepedulian Polri terhadap alam dan satwa.


“Hari ini di Pekanbaru, untuk pertama kalinya saya menerima undangan kepolisian tanpa ragu, karena saya melihat jajaran yang peduli pada alam dan hewan,” tambahnya.


Sementara itu, Karowatpres SSDM Polri Brigjen Budhi Herdi Susianto menjelaskan bahwa penghargaan untuk Reno merupakan bentuk penghormatan atas keberanian K9 dalam misi kemanusiaan.


“Medali Vira Satya Manava Raksaka Pasu yang berarti Hewan Pemberani, Penjaga Kebenaran dan Kemanusiaan. Ini memang baru, sebagai wujud apresiasi Polri kepada satwa yang berjasa,” jelas Brigjen Budhi.


Pada kesempatan yang sama, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh personel.


Ia menekankan pentingnya bekerja dengan niat tulus, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga terhadap alam dan ekosistem.


Melalui penghargaan untuk Reno, Polri menegaskan wajah humanis kepolisian yang menghormati pengabdian tanpa pamrih, termasuk dari makhluk setia yang turut menjaga keselamatan dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat soliditas, kepedulian sosial, dan nilai inspiratif dalam setiap tugas kepolisian.

Share:

POLANTAS MENYAPA, SATLANTAS POLRES PONOROGO BERIKAN EDUKASI KEPADA PEMOHON SIM DI SATPAS


Satlantas Polres Ponorogo melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa di ruang pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) Satpas Polres Ponorogo, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan edukasi kepada para pemohon SIM.


Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas memberikan pembinaan mengenai tata tertib berlalu lintas, pemahaman rambu dan marka jalan, serta etika berkendara yang aman dan bertanggung jawab. Edukasi ini bertujuan agar para pemohon SIM memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik sebelum mengikuti tahapan ujian teori maupun praktik.


Petugas juga menegaskan bahwa kepemilikan SIM bukan hanya sebagai persyaratan administrasi, melainkan bentuk legalitas dan tanggung jawab setiap pengendara dalam menjaga keselamatan di jalan raya.


Kegiatan Polantas Menyapa ini mendapat sambutan positif dari para pemohon SIM yang merasa terbantu dan lebih siap dalam mengikuti proses pelayanan di Satpas.


Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Ponorogo berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang Presisi, Humanis, dan Profesional, serta mendukung terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Share:

Di Pasung Sejak 2015, ODGJ di Pudak Akhirnya Dievakuasi Polres Ponorogo

  

PONOROGO,  – Komitmen Polres Ponorogo untuk mengakhiri praktik pasung terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kembali dibuktikan. 


Setelah sebelumnya mengevakuasi tiga ODGJ pasung di wilayah Sawoo dan Jambon, kini satu lagi penderita ODGJ pasung berhasil dievakuasi dari Kecamatan Pudak, Rabu (4/2/2026).


Respon cepat tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres Ponorogo dalam membersihkan praktik pasung yang masih terjadi di tengah masyarakat, sekaligus memastikan penderita ODGJ mendapatkan hak atas perawatan yang layak dan manusiawi.


Evakuasi dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Ponorogo AKP Agus Syaiful Bahri, S.Ag., didampingi Kapolsek Pudak AKP Sultoni, S.H., M.H., serta Kasi Humas Polres Ponorogo. 


Kegiatan ini juga melibatkan Pemerintah Desa Setempat, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo sehingga proses evakuasi berjalan aman dan kondusif.


AKP Agus Syaiful Bahri menjelaskan, ODGJ yang dievakuasi bernama Wahyono, laki-laki, kelahiran Ponorogo 18 September 1989, warga Dukuh Dukuh RT 01 RW 01 Desa Banjarejo, Kecamatan Pudak. Korban diketahui telah mengalami pasung sejak sekitar tahun 2015.


“Setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga, yang bersangkutan kami evakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RSJ Wijaya Kusuma Dr. Harjono Ponorogo,” jelas AKP Agus.


Langkah ini menambah daftar ODGJ pasung yang berhasil ditangani Polres Ponorogo dalam kurun waktu singkat. Hingga saat ini, tercatat sudah empat penderita ODGJ pasung yang berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara layak.


Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai praktik pasung benar-benar hilang dari Bumi Reog.


“Sejauh ini sudah empat penderita ODGJ pasung yang kami tangani. Kami akan terus bergerak dan berharap Ponorogo bisa mencapai target zero ODGJ pasung,” tegas Kapolres.


Langkah cepat dan konsisten Polres Ponorogo ini menjadi harapan baru bagi keluarga penderita ODGJ, sekaligus bukti bahwa penanganan masalah kesehatan jiwa membutuhkan sinergi aparat, pemerintah, dan masyarakat dengan pendekatan yang lebih manusiawi.

Share:

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Polresta Sidoarjo Tambal Jalan Berlubang

 



SIDOARJO - Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur menunjukkan respons cepat dengan melakukan penanganan sementara jalanan berlubang yang ada di wilayah hukumnya.


Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing melalui Kasi Humas, AKP Tri Novi Handono mengatakan penambalan jalan berlubang tersebut upaya untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.


"Ada beberapa ruas jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan terlebih saat hujan dan tertutup air," ujar AKP Novi.


Ia mengatakan penanganan sementara jalan berlubang tersebut dilakukan oleh Polsek jajaran Polresta Sidoarjo yang kebetulan ada ruas jalan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan.


"Ada Dua wilayah yang kami tambal yaitu wilayah Krian ditangani Polsek Krian dan wilayah Balongbendo ditangani Polsek Balongbendo," kata AKP Novi.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Krian dan Polsek Balongbendo bersama warga sekitar bergotong royong menutup lubang jalan menggunakan material penimbun. 


Menurut AKP Novi, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


"Demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan, dan penambalan sementara jalan berlubang ini juga bagian dari upaya kami pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang akan berlangsung Dua pekan," pungkas AKP Novi. (*)

Share:

Polres Pamekasan Beri Bantuan Obat dan Layanan Kesehatan Untuk Warga Terdampak Longsor di Pasean


PAMEKASAN – Polres Pamekasan Polda Jawa Timur (Jatim) menunjukkan kepedulian dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Pamekasan Madura.


Dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan, Polres Pamekasan Polda Jatim memberikan bantuan obat-obatan kepada para pengungsi.


Bantuan tersebut diserahkan oleh Kasidokkes Polres Pamekasan, Iptu Sugino didampingi Kapolsek Pasean AKP Gunarto kepada Kepala Desa Sana Daya Hj. Uswatun Ekasanah. 


Tidak hanya memberikan bantuan obat-obatan, Polres Pamekasan juga memberikan pelayanan kesehatan gratis.


Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri khususnya Polres Pamekasan bagi masyarakat yang tengah mengalami musibah. 


“Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang sedang mengungsi saat ini, sekaligus menjadi penguat moril di tengah situasi sulit," ujar Ipda Yoni.


Kasi Humas Polres Pamekasan menegaskan, Polri akan selalu ada untuk Masyarakat, sesuai dengan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan Masyarakat.


Sementara itu Kepala Desa (Kades) Sana Daya, Hj. Uswatun Ekasanah menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kepedulian Polres Pamekasan kepada warganya yang sedang ditimpa musibah bencana alam.


"Terimakasih banyak kepada Pak Kapolres dan seluruh anggota Polres Pamekasan yang mana benar - benar mewujudkan bahwa Polri untuk masyarakat," ungkapnya.


Kades Sana Daya itu menyebutkan berdasar data yang dihimpun, fenomena tanah bergerak di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, pada hari Minggu tanggal 18 Januari 2026, yang menyebabkan puluhan rumah rusak berat dan warga terpaksa mengungsi. 


Bencana yang dipicu intensitas hujan tinggi ini melanda Dusun Barat Gunung dan Paseset Timur, mengakibatkan retakan tanah sepanjang 35 meter dan kedalaman 1,5 meter, merusak setidaknya 10-16 rumah serta fasilitas umum. (*)

Share:

Selasa, 03 Februari 2026

Polres Lumajang Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 Ajak Masyarakat Berbudaya Tertib


LUMAJANG – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus menggencarkan upaya edukasi kepada masyarakat. 


Kali ini, petugas turun langsung ke jalan untuk membagikan ratusan brosur imbauan kepada pengendara yang melintas di kawasan Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Selasa (3/2/2026).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Yulian Putra Prasviawan, ini mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. 


Petugas menyapa satu per satu pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, sembari memberikan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas.


"Hari ini kami memfokuskan kegiatan di area publik seperti Alun-Alun Lumajang, tujuannya bukan untuk menindak, melainkan mengajak masyarakat berbudaya tertib lalu lintas," ujar AKP Yulian.


Ia mengatakan imbauan tertib lalu lintas (lalin) dilakukan secara humanis.


"Kami berharap masyarakat lebih disiplin dan sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama saat berkendara," ungkapnya.


Brosur yang dibagikan memuat poin-poin krusial terkait sasaran prioritas Operasi Keselamatan Semeru 2026, di antaranya:

Larangan menggunakan ponsel saat berkendara.

Kewajiban penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pengendara motor.

Penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil.

Larangan melawan arus dan berkendara di bawah pengaruh alkohol.

Penertiban penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong).


Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari—mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026—ini juga bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).


"Iya, operasi ini untuk menekan akan kecelakaan terlebih menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H," pungkasnya.


Salah satu pengendara motor, Ahmad (40), mengapresiasi langkah kepolisian tersebut. 


"Sangat bagus, jadi kita diingatkan lagi soal aturan. Apalagi kadang orang sering lupa pakai helm dengan benar meski hanya jarak dekat," tuturnya.


Melalui masifnya pembagian brosur dan sosialisasi ini, Polres Lumajang Polda Jatim berharap angka pelanggaran serta fatalitas kecelakaan lalu lintas di wilayah "Kota Pisang" dapat ditekan secara signifikan. 


Polisi mengimbau agar masyarakat tidak hanya tertib saat ada petugas, namun menjadikannya sebagai budaya sehari-hari. (*)

Share:

Ops Keselamatan Semeru 2026 Polresta Malang Kota Gelar Ramp Check Bus dan Angkot

 


MALANG KOTA – Keseriusan Polresta Malang Kota Polda Jatim dalam melindungi penumpang angkutan umum sekaligus mencegah kecelakaan lalu lintas terus diperkuat, melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026.


Satlantas Polresta Malang Kota, bersama Petugas Kemenhub Darat, dan Dishub Kota Malang melaksanakan ramp check armada bus di Terminal Tipe A Arjosari hingga garasi Perusahaan Otobus (PO) yang ada di Kota Malang dan angkutan dalam kota (Angkot).


Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo mengatakan, kegiatan Ramp check ini salah satu rangkaian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026.


"Sasarannya kendaraan bus, mulai dari Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), hingga angkutan dalam kota/perkotaan," ujar AKP Rio, Selasa (03/02/2026)


Kasatlantas Polresta Malang Kota menegaskan ramp check bertujuan untuk melindungi keselamatan penumpang, awak armada serta menekan potensi fatalitas korban kecelakaan,terlebih menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri 1447 H.


“Kami ingin memastikan setiap bus yang beroperasi benar-benar laik jalan, awaknya sehat, dan administrasinya lengkap, sehingga risiko kecelakaan dapat dicegah sejak awal,” ujar AKP Rio.


Selain memeriksa armada di Terminal Arjosari, Satlantas Polresta Malang Kota juga menyisir garasi PO, dan Travel di wilayah Kota Malang. 


Saat di lokasi, AKP Rio bersama Kanit Kamsel, Iptu Juana Gita selain melakukan pemeriksaan fisik kendaraan, juga memeriksa kelengkapan surat-surat seperti SIM, STNK hingga KIR dan Izin Trayek. 


Armada yang dinyatakan memenuhi standar kemudian ditempeli stiker khusus ramp check sebagai tanda laik jalan.


Sementara Iptu Juana Gita menambahkan ramp check dilakukan secara detail, memastikan faktor manusia dan kendaraan sama-sama aman.


“Kami tidak hanya fokus pada armadanya, tapi juga Sopir harus sehat dan kendaraan layak menjadi kunci utama mencegah kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya,” jelas Iptu Juana.


Dalam pelaksanaannya, tahapan penting Ram Check diantaranya pemeriksaan lampu, Rem, ban, wiper, APAR, safety hammer, dan P3K.


Selain ramp check, Polresta Malang Kota gencar sosialisasi Ops Keselamatan Semeru 2026 ke para sopir angkot, driver ojol, hingga sekolah-sekolah.


Melalui ramp check yang berkelanjutan ini, Polresta Malang Kota Polda Jatim berharap potensi kecelakaan jalan raya bisa ditekan sejak hulu, sehingga masyarakat bisa terlindungi, tidak hanya saat Operasi Keselamatan Semeru 2026 namun terus berkelanjutan. (*)

Share:

Definition List

Unordered List

Support