This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 03 Maret 2026

Polres Situbondo Amankan Tersangka Pembuat Petasan Sita 5,1 Kg Bubuk Mercon


SITUBONDO – Polres Situbondo Polda Jawa Timur membongkar praktik pembuatan petasan dan penyimpanan bubuk mercon (petasan) dalam jumlah besar di sebuah rumah warga di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Sabtu malam (28/2/2026) pekan lalu.


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial S (59) dan barang bukti sedikitnya 5,1 kilogram bubuk mercon siap rakit.


Selain itu Polisi juga menemukan ratusan selongsong kertas yang disimpan oleh pelaku di lokasi yang sangat berbahaya, yakni tepat di bawah kasur tempat tidurnya.


Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasatreskrim, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bermula dari informasi masyarakat yang resah adanya aktivitas mencurigakan terkait bahan peledak di Kampung Delleb. 


Menindaklanjuti laporan itu, anggota Satintelkam berkoordinasi dengan Satsamapta untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan.


"Kami bergerak cepat demi keselamatan masyarakat. Saat digeledah, ternyata pelaku menyimpan bahan berbahaya tersebut di bawah tempat tidurnya," ujar AKP Agung, Selasa (3/3/26).


Selain bubuk mercon seberat 5,1 kg, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain, di antaranya 152 selongsong mercon berwarna, 200 selongsong putih, 9 buah mercon jenis blanggur, satu ikat sumbu, hingga belerang dan alat pembuat selongsong. 


Mengingat sifat bahan yang sangat tidak stabil dan mudah meledak, sebagian besar bubuk mercon tersebut langsung dimusnahkan (disposal) oleh Unit Gegana Brimob Polda Jatim untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Saat ini, pelaku S telah diamankan di Mapolres Situbondo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 


Ia terancam dijerat dengan undang-undang terkait kepemilikan bahan peledak.


AKP Agung menambahkan pihak Kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk penguasaan bahan peledak tanpa izin, terutama menjelang hari-hari besar di mana aktivitas bermain petasan sering meningkat.


Seperti ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast bahwa penjualan bahan peledak masuk kategori tindak pidana, oleh karena itu peredarannya diatur ketat undang-undang.


Kombes Pol Abast juga mengatakan bahan peledak bukan sekadar petasan biasa. Apabila digunakan dalam jumlah besar, dapat menimbulkan ledakan berbahaya yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan serius.


Ia juga menegaskan, kepolisian tidak akan mentolerir peredaran bahan peledak ilegal karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.


Apalagi disaat Bulan Ramadhan, dimana umat Muslim tengah khusuknya menjalankan Ibadah Puasa.


Masyarakat diimbau untuk melaporkan apabila ada aktifitas pembuatan petasan melalui Call Center 110, karena ini untuk keamanan dan keselamatan bersama. (*)

Share:

Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan, Ratusan Amunisi dan Puluhan Juta Rupiah Diamankan


NABIRE — Aparat gabungan TNI-Polri menggelar konferensi pers terkait perkembangan upaya penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire yang digelar di Polres Nabire pada Senin (2/3/2026) pukul 16.00 WIT.


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat TNI–Polri, diantaranya Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., Wapangops Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., Danrem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. I Gede Era Adhinata, S.I.K., Kasatgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Patria Yuda Rahadian, S.I.K., M.I.K., serta Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, S.I.K.


Operasi yang melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz dari Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI itu dilakukan menyusul terdeteksinya aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Kali Nabarua yang diduga merencanakan gangguan keamanan.


Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H. menjelaskan bahwa penegakan hukum tersebut didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: B/119/II/2026 Polres Nabire Polda Papua Tengah.


“Para pelaku yang saat ini dilakukan pengejaran disangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 458 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain itu, Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana atau pembunuhan yang disertai tindak pidana lain dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegasnya.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan, kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Nabarua dan menempati sebuah camp di area Kali Nabarua. Di lokasi tersebut, kelompok diduga melakukan pertemuan internal, penggalangan dukungan logistik, serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Nabire.


Pemantauan lapangan oleh personel gabungan menemukan adanya aktivitas sejumlah orang bersenjata, keberadaan senjata api laras panjang, serta bangunan yang diduga menjadi markas kelompok tersebut.


Tim Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Rajawali Mambri kemudian menyusun rencana operasi dan strategi penindakan. Personel bergerak melalui beberapa titik penyekatan dan melakukan pengamatan intensif di sekitar Kali Nabarua.


“Saat tim mendekati lokasi camp, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata. Tim bantuan turut disiagakan untuk memperkuat personel di lapangan,” ungkap Kombes Pol Gustav.


Setelah tindakan penegakan hukum dilakukan, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp dan mengamankan situasi. Sementara itu, kelompok bersenjata melarikan diri ke wilayah hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran.


Dari hasil operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata, antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 buah magazen, 12 unit telepon genggam, 5 unit alat komunikasi, uang tunai puluhan juta rupiah, bendera dan perlengkapan lainnya, serta tiga tas berisi perlengkapan kelompok.


“Sebagaimana yang kita lihat di depan rekan-rekan media, ini adalah daftar barang bukti yang diamankan di lokasi penegakan hukum kemarin di Kali Nabarua,” ujar Kombes Pol Gustav.


Ia merinci, dua magazen yang ditemukan merupakan hasil rampasan dari kejadian di Lagari, Musyaro, PT Kristalin, termasuk dua telepon genggam milik korban dan satu unit iPhone. Selain itu, terdapat dua magazen lain yang merupakan hasil rampasan dari kejadian di Kilometer 128 pada akhir tahun 2025 yang menewaskan dua anggota aparat.


“Untuk amunisi lainnya masih dalam penyelidikan oleh tim Satgas Damai Cartenz dan Rajawali Mambri guna pendalaman lebih lanjut,” katanya.


Terkait dana tunai yang ditemukan di lokasi, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber dukungan logistik kelompok tersebut.


Pendalaman terhadap dana yang ditemukan masih dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan aparat gabungan TNI-Polri. 


Ia juga membenarkan bahwa dalam peristiwa di Lagari, selain dua korban jiwa, terdapat dua pucuk senjata api panjang dan satu senjata api pendek yang dirampas oleh kelompok tersebut.


Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M. menyampaikan bahwa dalam kontak tembak tersebut satu anggota TNI mengalami luka akibat serpihan proyektil.


“Korban tertembak ada satu anggota kita yang terkena rekoset di betis kanan. Antisipasi kami tentu apabila sudah terjadi perdarahan harus segera dilakukan evakuasi. Anggota tersebut langsung dievakuasi dan saat ini sudah tertangani. Kondisinya tidak terlalu serius karena hanya serpihan proyektil. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu sudah cukup membaik,” jelasnya.


Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, BrigjenPol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.


“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengejaran terhadap para pelaku kejahatan. Jangan percaya pada informasi yang belum resmi sumbernya,” tegasnya.


Sementara itu, Wakapolda Papua Tengah menegaskan komitmen aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.


“Kami menegaskan bahwa aparat gabungan masih terus melakukan pengejaran dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkas Kombes Pol Gustav.


Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar wilayah Kabupaten Nabire guna memastikan kelompok bersenjata tersebut tidak kembali melakukan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Share:

Sinergi di Bulan Ramadhan Polres Sumenep Bersama Lintas Instasi Berbagi Takjil


SUMENEP - Polres Sumenep Polda Jatim menggelar kegiatan berbagi takjil gratis di depan Mako Polres Sumenep, Jalan Urip Simoharjo, Selasa (3/3/26).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Sumenep, serta melibatkan Jasa Raharja dan Dispenda Kabupaten Sumenep.


Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara Polres Sumenep Polda Jatim, Bhayangkari, Jasa Raharja, dan Dispenda dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 


Sebanyak kurang lebih 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan tersebut.


Kehadiran pimpinan dan lintas instansi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat khususnya yang sedang menjalankan ibadah puasa.


"Kegiatan berbagi takjil ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melakukan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga," ungkap AKBP Anang.


Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan soliditas antar instansi.


Selain membagikan takjil, Kapolres Sumenep juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.


"Kami imbau agar masyarakat juga menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi peraturan lalu lintas, khususnya pada jam-jam menjelang berbuka puasa yang rawan terjadi kepadatan arus kendaraan," terangnya.


Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan terus terjaga dan semakin solid, tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sumenep . (*)

Share:

Polres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Truk Curian Asal Mojokerto Satu Jam Pascadilaporkan Hilang


TANJUNG PERAK - Respons cepat menindaklanjuti laporan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Satlantas Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur.


Sebuah truk Hino Dutro tahun 2010 berwarna hijau dengan nomor Polisi W 8810 NY yang dilaporkan hilang di Mojokerto, berhasil ditemukan di Surabaya hanya dalam waktu satu jam setelah koordinasi intensif dilakukan pada Selasa (3/3).


Truk milik Winarko tersebut ditemukan terparkir tanpa pengemudi di kawasan Jalan Raya Bulak Sari nomor 1-5, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, sekitar pukul 12.00.


Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Syafudin Rodji mengungkapkan, keberhasilan ini bermula saat pihaknya menerima informasi kehilangan dari masyarakat melalui radio Suara Surabaya (SS) sekira pukul 11.00 Wib.


"Begitu menerima informasi adanya truk yang hilang dari gudang di kawasan Mojoanyar, Mojokerto, kami langsung menginstruksikan anggota untuk melakukan penyekatan dan pemantauan di titik-titik rawan," ujar AKP Imam, Selasa (3/3). 


Penyekatan difokuskan pada jalur-jalur arteri utama, akses menuju pelabuhan, hingga jalur menuju Madura. 


Tak butuh waktu lama, Unit Turjawali dan Unit Urai Satlantas Polres Pelabuhan Tanjungperak mencurigai sebuah truk yang terparkir di pinggir jalan di wilayah Semampir. 


Setelah dicocokkan, ciri-ciri fisik dan nomor Polisi kendaraan tersebut identik dengan armada yang dilaporkan hilang.


Berdasarkan keterangan saksi di lokasi penemuan, truk hijau tersebut diduga sudah berada di sana sejak subuh. 


"Hasil penelusuran kami, truk sudah terparkir sejak pukul 05.00. Namun, warga sekitar tidak ada yang mengetahui siapa pengemudinya dan kapan tepatnya kendaraan itu ditinggalkan," tambah AKP Imam.


Polisi kini tengah mendalami rekaman CCTV di sekitar lokasi penemuan karena posisi truk berada di tikungan jalan yang cukup strategis itu. 


Di dalam kabin truk, petugas menemukan beberapa barang bukti berupa pakaian dan botol air mineral yang diduga milik pelaku.


Aksi pencurian itu sendiri dilaporkan terjadi di gudang Desa Lengkong, Mojoanyar, Mojokerto, pada Senin (2/3) menjelang tengah malam. 


Pelaku diduga membobol gembok pagar dan masuk dengan cara memanjat tembok. Pelaku dengan mudah membawa lari kendaraan karena kunci truk diketahui masih menempel.


Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, truk tersebut kini diamankan dan akan dilimpahkan ke Satreskrim Polres Mojokerto sesuai dengan tempat kejadian perkara (TKP) awal. 


"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Mojokerto untuk pelimpahan penanganan perkara dan barang bukti," pungkasnya.(*)

Share:

Polres Bangkalan Gelar KRYD Bulan Suci Ramadhan 13 Motor Tanpa STNK Diamankan

 


BANGKALAN - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Bangkalan Polda Jatim melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).


Kegiatan patroli tersebut menyasar titik-titik rawan terjadinya tindak pidana dan potensi gangguan kamtibmas, seperti di kecamatan Blega.


Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H mengatakan patroli KRYD ini bertujuan untuk mencegah dan mengantisipasi berbagai potensi kerawanan kamtibmas.


Patroli difokuskan pada pencegahan kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor), premanisme, balap liar, adu lari dengan taruhan, petasan, begal, miras, narkoba serta penyakit masyarakat lainnya yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. 


"Kami fokus cegah tindak pidana yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa," ujar AKBP Wibowo, Selasa (3/3/26).


Sesekali dalam kegiatan tersebut petugas juga memeriksa kendaraan yang melintas, terlebih yang mencurigakan.


Kapolres Bangkalan mengungkapkan, hasil patroli KRYD sejak Sabtu (28/2/26) hingga Minggu (1/3/26) dinihari, petugas berhasil mengamankan 13 sepeda motor yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan bermotor. 


"Kami mengamankan 13 kendaraan bermotor di wilayah Blega karena kendaraan tersebut tidak dilengkapi surat surat kendaraan (STNK) saat petugas melakukan pemeriksaan," kata AKBP Wibowo.


Lebih lanjut, AKBP Wibowo mengatakan jika 13 kendaraan bermotor yang berhasil diamankan oleh Polisi saat KRYD digelar pada Minggu dinihari kemarin bisa diambil di Mapolres Bangkalan tanpa dipungut biaya dengan syarat membawa surat - surat lengkap.


"Bagi yang tidak sesuai spesifikasi teknik, agar dipasang kembali aslinya sesuai standart," tegasnya.


Masih kata Kapolres Bangkalan, 13 motor tanpa STNK yang diamankan di Blega juga telah dirilis di sosial media.


"Silahkan dicek noka dan nosin nya. Jika cocok dengan data yang dimiliki pemiliknya, silakan diambil di Polres Bangkalan, Gratis tanpa biaya apapun," tegas AKBP Wibowo.


Ia berharap patroli rutin seperti ini terus dilaksanakan secara berkesinambungan, terutama pada jam-jam rawan, guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas selama bulan suci Ramadhan.


"Kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama," pungkasnya. (*)

Share:

Pohon Tumbang Timpa Pagar dan Kabel di Kelurahan Tonatan, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat

 


Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Ponorogo pada Selasa (3/3/2025) malam mengakibatkan sebuah pohon tumbang di area Pesanggrahan Bale Kambang, Jalan Sekar Putih, Kelurahan Tonatan, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.05 WIB tersebut sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.


Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hernawan, S.H., M.H., melaporkan bahwa hujan deras mulai turun sejak pukul 18.00 WIB disertai angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon sambi berdiameter sekitar 60–80 sentimeter dengan panjang kurang lebih 20 meter tumbang dan menimpa pagar Pesanggrahan Bale Kambang, pagar rumah warga atas nama Bu Sundari, serta jaringan kabel Telkom dan PLN. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.


Akibat pohon yang melintang di badan jalan, arus kendaraan di Jalan Sekar Putih sempat tersendat. Petugas dari Polsek Ponorogo bersama anggota BPBD Kabupaten Ponorogo dan warga setempat segera melakukan penanganan dengan memotong dan menyingkirkan batang pohon agar jalan dapat kembali dilalui kendaraan. Selain itu, petugas juga mengevakuasi kabel Telkom yang tertimpa pohon serta berkoordinasi dengan pihak Telkom dan PLN untuk penanganan lebih lanjut.


Sebanyak lima personel Polsek Ponorogo dan enam personel BPBD Kabupaten Ponorogo diterjunkan dalam proses penanganan bencana tersebut, dibantu warga sekitar. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurai kemacetan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali.

Share:

Senin, 02 Maret 2026

Polres Ponorogo Sidak Pasar Songgolangit, Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Idul Fitri


PONOROGO – Menjelang Idul Fitri di tengah bulan Ramadan, Polres Ponorogo bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Sidak dilakukan di Pasar Songgolangit, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo, Senin (3/3/2026).


Kegiatan dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Imam Mujali, S.H., M.H., bersama jajaran Satreskrim. Fokusnya jelas: memastikan stok aman, harga terkendali, dan tidak ada praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.


Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan langkah konkret menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.


“Kegiatan ini bagian dari langkah antisipasi menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadan, di mana permintaan masyarakat meningkat,” tegasnya.


Ia menjelaskan, potensi kenaikan harga biasanya dipicu dua faktor utama yaitu lonjakan permintaan selama Ramadan serta belum masuknya masa panen raya pada sejumlah komoditas pangan.


"Polres Ponorogo memastikan monitoring akan dilakukan secara rutin di pasar tradisional maupun distributor. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga, tindakan tegas akan diberlakukan sesuai aturan," tegasnya.


Dari hasil pantauan Unit Pidter Satreskrim, harga dan stok bahan pokok di Pasar Songgolangit terpantau aman dan relatif stabil. Beras Premium Rp 13.900/kg, Beras Medium Rp 12.100/kg, Beras SPHP Rp 11.500/kg, Bawang Merah Rp 35.000/kg, Bawang Putih Rp 30.000/kg, Minyakita Rp 15.700/liter, Cabai Merah Keriting Rp 35.000/kg, Telur Ras Rp 29.000/kg, Daging Sapi Rp 120.000/kg, dan Ayam Potong Rp 38.000/kg.

Share:

Definition List

Unordered List

Support